Menggagas Program DP Nol, Mas Anies Tidak Belajar Sejarah?

Siapa yang bilang Mas Anies tidak belajar sejarah.

Lagi-lagi fitnah. Fitnah lagi-lagi.

Masih soal Mas Anies dan DP Nol. Temen-temen, belum pada bosen kan ya bacanya?

Yaudah langsung aja deh yah. Jadi, ini ada lagi yang nuduh Mas Anies tidak belajar sejarah karena menggagas progam DP Nol. Siapa yang bilang Mas Anies tidak belajar sejarah, siapa? Ada lah pokoknya, seseorang.

Alasannya, karena dengan menggagas DP Nol Mas Anies tidak belajar dari kesalahan yang menyebabkan perusahaan jasa keuangan Lehman Brothers jatuh.

Pertanyaan untuk penulis, emang kenapa Lehman Brothers bisa sampai kolaps? Cari tahu dulu, pelajari faktor-faktornya hingga ke detail-detail, jangan baca baru sepotong langsung dikait-kaitkan saja dengan DP Nol-nya Mas Anies dan Bang Sandi. Biar utuh gitu ilmunya. OK OCE? Biar nggak bikin kita jadi geli-geli gimana gitu...

Lebih jelasnya lagi soal DP Nol Mas Anies dan Bang Sandi, silahkan baca di sini yah.

Nih kita kutipin:

"Skema KPR tanpa DP akan menyebabkan krisis ekonomi seperti di Amerika Serikat?"

Ada beberapa alasan mengapa KPR tanpa DP ini tidak akan menyebabkan krisis:

1.  Kreditnya sasarannya jelas, yaitu warga Jakarta yang belum memiliki rumah dengan sistemvettingkredibilitas kredit (seleksi kemampuan membayar cicilan kredit) yang jelas pula.

    1. Bukan rumah sebagai investasi, tapi rumah sebagai kebutuhan dasar.
    2. Kredibilitas kreditur juga diperkuat dengan persyaratan saldo tabungan minimal serta perilaku konsistensi menabung sebelum mendapatkan fasilitas untuk mencegah kredit macet.
    3. Hal ini jelas berbeda dengan kondisi yang menyebabkan krisis ekonomi di Amerika Serikat (Subprime Mortgage) yang memang lembaga keuangan memberikan KPR tanpa penilaian kredibilitas yang memadai.

Referensi:

2.  Kredit perumahan di Indonesia masih rendah bila dibandingkan dengan banyak negara-negara lain. Indikatornya, rasio KPR di Indonesia terhadap GDP hanya sebesar 3.09%, kalah jauh dibandingkan Thailand (12.7%), Malaysia (34.9%), atau Singapura (44.7%).


Sebagai info, KPR dengan DP 0 Rupiah yang layak diwaspadai justru adalah yang dilakukan tanpa kriteria penargetan yang jelas dengan marketing gimmick dibuat semenarik mungkin.

NEXT!


Kirim artikel fitnah terbaru anda ke
info@fitnahlagi.com
Fitnahlagi.com © 2017